Linggarjati, Saksi Sejarah Republik Indonesia Serikat

Ada kalanya kita harus memperkenalkan sejarah kepada anak cucu, agar mereka lebih mencintai tanah airnya. Salah satunya dengan berkunjung ke Museum Perundingan Linggarjati, cikal bakal terjadinya Republik Indonesia Serikat di tahun 1946.

Linggajati sebuah desa yang berada di wilayah Cilimus, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Desa ini mudah dijangkau, baik dari Kota Cirebon maupun Kota Kuningan. Jarak tempuh dari Kota Cirebon sekitar 25 km, jika Kuningan berjarak sekitar 17 km. Jalannya mulus dan tidak terlalu ramai, kecuali di hari libur. Sangat direkomendasi untuk Warga Senior dan keluarganya.

Kata Linggajati yang yang kemudian lebih popular dengan Linggarjati ini ada kaitannya dengan kisah perjalanan Sunan Gunung Jati, Salah satu di antara Wali Songo, penyebar agama Islam di tanah Jawa. Ada juga yang menuturkan bahwa desa kecil ini pernah tempat para wali songo bermusyawarah, untuk membicarakan penyiaran ilmu sejati. Desa yang sejuk jauh dari keramaian ini pernah menjadi buah bibir dunia karena diadakannya perundingan Linggarjati antara pemerintah Indonesia yang baru merdeka dan Belanda. .

Perundingan Linggarjadi terjadi di tanggal 11-13 November 1946. Pemerintah RI diwakili oleh Perdana Menteri Sutan Syahrir, sedangkan Kerajaan Belanda diwakili oleh Dr. Van Boer. Sementara yang menjadi pihak penengah adalah Lord Killearn, wakil Kerajaan Inggris. Perundingan tersebut menghasilkan naskah perjanjian Linggajati yang membuahkan Republik Indonesia Serikat.

Jauh sebelum kemerdekaan Indonesia, gedung ini milik orang Belanda Van Oo Dome yang dipakai sebagai tempat peristirahatan. Kemudian mengalami perubahan fungsi. Sempat menjadi Hotel Rustoord, lalu menjadi Hotel Hokay Ryokai saat pemerintahan Jepang. Setelah kemerdekaan, bangunan ini menjadi Hotel Merdeka. Dan saat ini menjadi Cagar Budaya dengan nama Museum Linggarjadi

Baca juga:  5 Tempat Wisata Ramah Lansia di Jakarta dan Sekitarnya
salah satu bagian museum (foto: redaksi)
salah satu bagian museum (foto: redaksi)

Museum Linggajati saat ini berdiri di atas areal seluas sekitar 24.500 meter persegi, dengan luas bangunan sekitar 1.800 meter persegi. Bangunan tersebut terdiri atas ruang sidang, ruang sekretaris, kamar tidur Lord Killearn, ruang pertemuan Presiden Soekarno dan Lord Killearn, kamar tidur delegasi Belanda, kamar tidur delegasi Indonesia, ruang makan, kamar mandi/WC, ruang setrika, gudang, bangunan paviliun, dan garasi.

Walau telah dipugar, keaslian bangunan tetap dipertahankan. Perabotan dan tata letak ruangan di dalamnya disesuaikan dengan aslinya. Saat berada dalam ruang tidur para delegasi, akan terbayangkan bagaimana para pemuka negeri kita berusaha untuk mempertahankan kemerdekaan negeri ini. Semua tergambar dalam foto-foto yang ada didinding juga poster-poster yang membakar semangat untuk keluar dari penjajahan.

Yang menggembirakan, Museum ini selalu ramai dikunjungi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah yang datang berombongan. Setelah berputar menyaksikan sejarah bangsa yang demikian heroik, kita bisa duduk-duduk diteras menikmati sejuk dan segarnya alam sekitar yang masih banyak pohon-pohon yang rindang. Hingga jauh dari polusi udara.

Disekitar museum juga banyak resto makanan Sunda yang enak dengan harga terjangkau. Kalau belum lelah masih ada beberapa tempat wisata yang bisa dikunjungi seperti Taman Wisata Alam Linggarjati dan Ghiffari Valley Terapi Ikan. Ada juga beberapa lokasi yang menarik, namun tidak kami rekomendasikan untuk Warga Senior. Yang penting, jangan lelah mencintai Indonesia!

salah satu bagian museum (foto: redaksi)
salah satu bagian museum (foto: redaksi)

Leave a Comment