Mengasah Kehalusan Jiwa Dengan Kerajinan Tangan Indonesia

Disadari atau tidak sebetulnya keseharian kita tidak pernah jauh dari produk craft. Mungkin di dapur, kamar tidur, ruang tamu atau di kantor pasti akan kita temukan beberapa produk craft yang indah. Semua bangsa di dunia memiliki produk craftnya yang khas, karena asalnya memang sengaja dibuat untuk keperluan sehari-hari, dengan menggunakan material yang banyak ditemui di daerahnya dan dibuat dengan ketrampilan tangan yang biasanya diturunkan secara turun temurun. Craft buatan India, buatan Maroko, Jepang, Afrika misalnya, semua memiliki karakternya masing-masing. Semua memiliki keunikan yang khas dan tidak dapat kita temui di tempat lain. Bagi pecinta craft, sudah menjadi aturan tak tertulis jika berkunjung ke satu negara atau daerah, tak sah jika belum membeli benda-benda craft yang sering kali menggemaskan itu. Tak terkecuali di Indonesia yang begitu kaya dengan craft nya yang cantik dan eksotis yang berasal dari berbagai daerah seluruh Indonesia.

Begitu banyak jenis craft di seluruh dunia, tapi jika dilihat dari materialnya , dapat dibagi menjadi beberapa kategori. Mengadaptasi dari UNESCO, craft atau kerajinan tangan dapat dibagi menjadi 7 kategori material , yaitu craft dari Tekstil, Logam, Keramik, Kayu , Batu, Serat Alam, dan craft yang terbuat dari Material Alam Lainnya. Semua itu ada di Indonesia. Bahkan bisa dikatakan Indonesia adalah penghasil craft dengan keunikan dan keindahan karyanya yang diperkaya dengan nilai-nilai filosofi dan kearifan budaya lokal. Seperti batik misalnya, tiap daerah mempunyai ciri motif dan warnanya yang berbeda. Setiap goresan canting, sarat dengan makna yang sakral.

Craft dari material kulit, logam (karya Yanna Jewelry), dan keramik (karya Elina)
Craft dari material kulit, Craft Logam (karya Yanna Jewelry), dan Craft Keramik (karya Elina)
blank
Craft Cowet Batu (karya finalis Inacraft Award 2024), Craft Serat Alam (karya peserta pameran Inacraft), dan Craft Tekstil – Batik karya Esye

Demikian juga dengan seni anyaman, gerabah, ukiran kayu dan lainnya, semua adalah cerminan dari olah ketrampilan tangan para perajin, rasa seni dan symbol dari budaya kita yang tinggi. Para perajin dan seniman menciptakannya dengan penuh rasa dan tanggung jawab, hingga produk yang dihasilkan seakan bernyawa. Namun semua ini akan menjadi suram dengan hadirnya craft yang dibuat oleh mesin. Juga craft yang kehilangan identitasnya akibat tergerus arus globalisasi. Memang lebih rapi, lebih kinclong dan lebih murah karena bisa dibuat secara masal, tetapi semua terasa hambar dan tidak bernyawa.

Baca juga:  Jejak Peradaban Air dalam Nama-nama Tempat di Indonesia

Yuk, cintai dan bangga dengan CRAFT INDONESIA!

Leave a Comment