Miracle: Jarum Kasur

Pertolongan Tuhan akan datang dengan segera, ketika kita memintanya dengan kesungguhan hati seperti Kisah Miracle Jarum Kasur ini.  

Ada sebuah peristiwa sewaktu saya masih kecil, mungkin masih SD kelas 6, yang bisa dibilang ajaib. Peristiwa itu terekam jelas di ingatan saya sampai sekarang, saat usia senja dengan cucu yang sudah menginjak usia SD.  

Di sekolah, saya termasuk murid rata-rata, tidak pintar, tidak juga bodoh. Penampilan biasa saja. Tidak bandel, apalagi rebel, tidak juga pendiam. Pokoknya tidak menonjol lah. Saya tidak punya pelajaran yang paling disukai, tetapi punya dua pelajaran yang paling ditakuti, yaitu pelajaran bahasa daerah dan prakarya. Terutama prakarya yang mengharuskan para murid punya keterampilan dan sedikit imajinasi (sedikit, karena tugasnya tinggal mengikuti contoh gurunya).  

Saya menyadari bahwa tangan dan jari-jari ini sangat miskin keterampilan. Sehingga setiap bertemu mata pelajaran ini dan tugas-tugasnya selalu dihadapi dengan gelisah bahkan tercekam. Suatu hari murid-murid diberi tugas untuk membuat tempat menyimpan koran dan majalah lama yang digantung di dinding.  

Bahan dasarnya adalah karung goni. Dan agar nampak cantik, goni dihias dengan gambar bunga yang disulam dengan tali rafia. Setiap kelopak bunganya harus disumpal dengan kapas supaya bentuk bunga menonjol. Diperlukan jarum kasur yang berlubang besar untuk dapat dimasuki tali rafia yang cukup tebal itu.  

Bahan-bahan pentingnya, goni, tali rafia warna-warni, dan kapas sudah disiapkan, tetapi alat utama untuk menyulam yaitu jarum kasur tidak ada. Demikian maka tugas tertunda dikerjakan cukup lama. Sementara sesuai jadwal, tugas harus segera dikumpulkan. Seingat saya ini kegelisahan terberat pertama yang harus saya lalui.   

Di saat yang mencekam itu, saat awan mendung bergelantungan di langit, dunia gelap gulita dan udara terasa menyesakkan, si anak ini mencari pertolongan kepada Tuhan. Doa dipanjatkan dengan bahasa dan permohonan yang sederhana dan polos, tetapi dengan tingkat kesungguhan yang tinggi. Anak SD ini memohon agar Tuhan berkenan mengirimkan jarum kasur, agar tugas prakarya dapat segera dikerjakan. Selesai berdoa, lo and behold! terdengar bunyi “kling” suara logam jatuh di lantai ubin tepat di depan kaki si anak.  

Baca juga:  Jumat Berkah

Singkat cerita, hiasan bunga-bunga biru aneh sudah selesai disulam. Aneh, bukan saja karena warna biru benhur bunga tetapi juga karena besar kelopaknya tidak sama. Ada yg gendut, ada yg kurus, sesuai besar kecilnya sumpalan kapas di dalam rafia. Mungkin dapat nilai 6 atau cukup.  

Tidak mengapa. Wadah koran selesai dikerjakan dan dikumpulkan tepat waktu, dan sempat dimanfaatkan sesuai peruntukannya untuk beberapa saat. Dimana sekarang jarum kasur itu? Pasti ada yang tanya. Selesai digunakan, jarum kasur menghilang begitu saja. Perginya semisterius datangnya. 

Leave a Comment