Tentunya ada warga senior yang masih ingat dengan almarhum Djoko Soesilo, salah satu penyanyi Indonesia yang sangat keren, yang ngetop disekitar tahun 1966-1967. Ia sangat terkenal saat menyanyikan sebuah lagu yang berjudul ‘Walk Away’, lagu yang aslinya dinyanyikan Matt Monroe.
Suara Djoko Soesilo sangat khas dan sampai sekarang menjadi kenangan banyak penggemarnya. Lagu ‘Walk Away’ yang dinyanyikannya seakan menjadi pertanda dan membawa pesan terakhir dari dirinya – atas kejadian tragis yang menimpanya.
Saat peralihan Orde Lama ke Orde Baru sekitar tahun 1966-1967, situasi keamanan di Jakarta belum begitu baik. Djoko Susilo, gitaris band Medenaz, tertembak peluru dari penjahat yang ingin merampas vespa yang dikendarainya.
Kejadiannya di sekitar Menteng Jakarta Pusat.
Seluruh penggemarnya sangat berduka, berikut komentar mereka.
“… Tiap kali dengar Matt Monroe menyanyikan lagu ini, mama saya selalu nyeletuk ‘jadi inget Susilo’, seraya tercenung. Mama sudah gak ada, tapi kenangan kecil itu terus ada dalam ingatan saya. …”
“… Aku inget cerita papa , om Djoko meninggal setelah duel. Dia membantu seorang yang akan dirampok (konon ditembak) atau dia yang dirampok saya lupa… seperti sudah firasat aja …”
“… Mantan kekasih Ibu Widiawati, meninggal tertembak rampok. …”
“… Djoko Soesilo ditembak penjahat di Jakarta, konon pacare artis top di Jakarta. …”
Begitulah sekilas berbagai kenangan yang disampaikan para penggemarnya.
Ibunda saya tercinta juga termasuk penggemar Djoko Soesilo, saat itu kami semua mendengar berita tentang tertembaknya penyanyi Djoko Soesilo di Jakarta dari berita TVRI (masih merupakan TV hitam-putih) dan RRI Jakarta yang memancar di ban radio gelombang pendek.
Kejadiannya amat sangat menggemparkan dan membuat penggemarnya di seluruh Indonesia bersedih.
Waktu itu saya, masih duduk di bangku kelas dua SMPN 1 Salatiga. Saat saya mendengar berita terbunuhnya penyanyi Djoko Soesilo, saya amat sangat kaget, dan berteriak keras, “Ibuuuuuuuuuuuuuu…., penyanyi Djoko Soesilo meninggal ditembak penjahat di Jakarta….!!!”
Ibu saya seketika tertegun. Berdiri mematung di depan pesawat TV hitam-putih yang ada di tengah ruang keluarga.
Saya, juga tertegun dan memegangi tangan Ibunda.
Cukup lama kita berdua terdiam, tak bisa berkata-kata. Orang baik, yang menjadi kenangan banyak orang itu, telah pergi meninggalkan kita selamanya.
‘Walk away’ itu, artinya ‘berjalan pergi menjauh’. Dan itu yang saat itu benar-benar terjadi…….
Bagi yang belum kenal atau bagi yang ingin bernostalgia, simak video di bawah ini.

