Penulis: ESs
Kadang kita lupa, betapa berharganya waktu dibandingkan dengan benda-benda yang berharga di dunia ini. Sudah waktunya warga senior untuk merenungkan dan mengingatkan ke anak cucu untuk selalu menghargai sang waktu.
Sebagai warga senior saya selalu mengingat dan terkesan dengan hikmah dari sebuah ungkapan dalam bahasa Arab yang berbunyi: “al-Waqtu atsmanu min al-dzahabi” (waktu lebih berharga daripada emas).Kata-kata singkat, namun sarat makna. Jika kita renungkan, waktu memang sangat berharga, lebih berharga dari emas murni sekali pun, bahkan lebih berharga dari benda-benda yang paling mahal di dunia ini. Karena benda-benda berharga semahal apa pun, ada nilai atau harga maksimal yang membatasinya. Tetapi waktu, tidak ada batas harga, serta tak ternilai.
Seseorang yang memiliki emas murni atau pun benda yang mahal harganya, apabila hilang masih ada kemungkinan untuk mendapatkannya. Masih bisa untuk membelinya kembali sebagai ganti yang hilang. Tetapi, seseorang yang kehilangan waktu, walau sedetik saja, tidak akan mampu mendapatkan kembali waktu yang telah berlalu itu.

Ironisnya, seseorang lebih sedih kehilangan harta yang dimilikinya, baik berupa uang, perhiasan, kendaraan atau yang lainnya daripada kehilangan waktu. Padahal uang masih bisa dicari, perhiasan masih bisa dibeli, pun kendaraan masih bisa didapatkan lagi, tetapi waktu yang telah berlalu dan hilang tidak pernah bisa dibeli untuk dikembalikan lagi.
Betapa banyak kita jumpai dalam kehidupan ini, orang-orang yang membuang-buang waktu yang sangat berharga itu dengan hal-hal yang sia-sia. Detik demi detik, menit demi menit, bahkan hari demi hari berlalu begitu saja tanpa makna. Padahal, kelak kita akan dimintai pertanggung jawaban di hadapan Allah tentang waktu yang kita lalui selama di dunia.
Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW menegaskan, “Tidak akan bergeser telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sehingga ditanya empat perkara: tentang umurnya dihabiskan untuk apa, usia mudanya digunakan untuk apa, hartanya darimana didapatkan dan kemana ia peruntukkan, dan tentang ilmunya apa yang sudah ia amalkan.” (HR. Al-Tirmidzi)
Pesan Rasulullah SAW hendaknya menyadarkan kita, betapa berharga dan tak ternilainya waktu yang kita miliki. Setiap detik yang kita lalui lebih mahal dan lebih berharga dari permata paling mahal sekalipun. Karena waktu adalah investasi atau modal yang diberikan Allah SAW kepada kita.
Akan banyak orang yang menyesal di kemudian hari karena abai dan lalai memanfaatkan waktu. Betapa banyak ayat di dalam al-Qur’an yang menggambarkan penyesalan orang-orang yang ketika di dunia menyia-nyiakan waktu. Mereka habiskan masa hidup di dunia untuk mencari kesenangan sesaat yang semu, dan melupakan kebahagiaan hakiki nan abadi. Penyesalan mereka sudah terlambat, dan tak bisa diperbaiki lagi. Karena Allah SWT sudah memanggilnya kembali ke haribaan-Nya.
Selagi kita masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri, jangan kita sia-siakan waktu yang sangat berharga ini. Jadikan setiap detik yang kita lalui sebagai investasi akhirat, yang akan kita nikmati kelak ketika kita dipanggil untuk mempertanggungjawabkan semua aktivitas kita di dunia di hadapan Sang Pemilik Waktu.
