Warga Senior Berwirausaha: Strategi Jitu Sebelum Pensiun Total

Memulai sebuah usaha adalah impian banyak orang, sebuah lompatan keberanian menuju kemandirian finansial dan realisasi ide-ide kreatif. Namun, transisi dari seorang karyawan dengan rutinitas terstruktur menuju seorang pengusaha dengan segala ketidakpastiannya memerlukan persiapan yang matang, tak hanya finansial namun juga mental.

Bahkan bagi warga senior yang memiliki segudang pengalaman kerja, hal yang patut dipertimbangkan sebelum terjun total ke dunia wirausaha adalah dengan menjajaki bisnis tersebut secara paralel dengan pekerjaan saat ini. Idealnya, rentang waktu untuk menjalankan usaha sampingan ini berbanding lurus dengan lamanya seseorang berkarier sebagai karyawan.

Menguji Pasar dan Membangun Fondasi

Seseorang yang berencana membuka usaha sebaiknya telah menjalankan bisnis tersebut setidaknya seperempat hingga sepertiga dari total masa kerjanya sebelum memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan.

Sebagai contoh, jika seseorang telah bekerja selama 3 tahun, maka usahanya sudah berjalan minimal 4-6 bulan. Prinsip ini berlaku proporsional; seseorang dengan karir mendekati 15 tahun, misalnya, disarankan agar bisnisnya telah berjalan 3-4 tahun terakhir, atau bahkan 5 tahun jika memungkinkan, sebelum memutuskan untuk total menjalankan usaha tersebut.

Reset Mental

Tujuan dari perhitungan seperempat hingga sepertiga masa kerja ini adalah untuk melakukan reset mental dari seorang karyawan menjadi seorang pengusaha. Bukan berarti mental karyawan itu buruk, namun pola pikirnya seringkali kurang sesuai untuk dunia bisnis.

Banyak orang, termasuk warga senior yang ingin berbisnis setelah lama bekerja kantoran cenderung terbebani dengan persiapan seperti sewa kantor, perizinan, dan perekrutan karyawan, padahal menjual produk saja belum.

Mereka juga cenderung terlalu fokus pada modal di awal.

Meskipun pemikiran tersebut tidak salah, jika seseorang baru memikirkan strategi penjualan setelah mengundurkan diri dan mengeluarkan modal untuk berbagai keperluan tersebut, kejernihan berpikir dalam menyusun strategi penjualan dapat terganggu akibat uang yang sudah terlanjur dikeluarkan.

Baca juga:  Rahasia Licik Penipuan Segitiga yang Mengincar Warga Senior

Pertimbangkan Masak-masak

Berusaha ambil tetap bekerja memberikan kesempatan untuk menguji pasar, membangun fondasi bisnis yang kokoh, dan yang tak kalah penting, menyesuaikan pola pikir dari seorang pekerja menjadi seorang pemilik usaha.

Sebelum mengambil keputusan besar untuk sepenuhnya meninggalkan pekerjaan, pastikan bisnis telah memiliki traksi dan Anda telah nyaman dengan dinamika dunia wirausaha. Jika bisnis belum menunjukkan potensi yang diharapkan atau Anda merasa belum siap secara mental, menunda resign dan terus mengembangkan usaha secara paralel sambil tetap memiliki sumber penghasilan yang stabil adalah pilihan yang lebih bijak, bahkan bagi warga senior yang mungkin merasa memiliki keterbatasan waktu.

Ada yang punya pengalaman serupa?

Leave a Comment