Bagaimana mungkin beberapa lansia tetap bekerja saat usia menginjak senja dan pintu pensiun terbuka lebar?
Jawaban atas pertanyaan tersebut tentu saja, tidak pernah seragam. Setiap individu membawa kisah dan alasan yang unik, terkait dengan perjalanan hidup dan lingkungan di sekelilingnya. Kali ini kita akan berbagi kisah tentang seorang warga senior bernama Pak Bambang yang di tahun 2025 ini genap berusia 75 tahun.
Perjuangan Pensiun yang Unik
Pak Bambang memutuskan resigndari pekerjaannya di sebuah hotel, tepat di usianya yang ke-60. Keputusan itu diambil bukan karena dorongan dari kantor, beliaulah yang gigih memaksa, bahkan sampai harus menemui langsung sang pemilik hotel karena pihak HRD tak berani menyetujui permintaannya.
Berkali-kali beliau mengajukan pengunduran diri, namun tak di-follow up oleh HRD, hingga akhirnya pak Bambang berinisiatif menghadap owner dengan diantar oleh HRD.
Adapun alasan beliau resign adalah tidak ingin lagi terikat dengan rutinitas pekerjaan di samping regenerasi. Beliau merasa sudah saatnya yang muda-muda naik menduduki jabatan.
Singkat cerita, setelah berbagai bujukan dari pemilik hotel pun tidak mempan, beliau resmi pensiun.
Terkadang Bukan Soal Uang
Lalu, apa yang beliau lakukan setelah pensiun? Ternyata, beliau cukup aktif memenuhi berbagai undangan untuk melatih karyawan baru di bidang perhotelan, sebuah kegiatan yang beliau geluti hingga beberapa tahun belakangan.
“Bukan soal uang,” ujar pak Bambang suatu ketika. “Apa sih kebutuhan saya sebagai orang tua? Paling makan, bayar listrik, dan kebutuhan dasar lainnya. Asalkan itu sudah terpenuhi, ya sudah.”
Beliau mengungkapkan bahwa dengan tetap beraktivitas seperti saat ini, otak dan fisiknya akan tetap aktif, sehingga terhindar dari kepikunan.
Beliau juga mengatakan bahwa aktivitas fisik juga akan melindunginya dari berbagai penyakit yang seringkali muncul akibat kurang gerak. Selain itu, karena pak Bambang memang orangnya suka ngobrol, pilihannya saat ini ternyata menjadi wadah yang sempurna untuk menyalurkan kesukaannya.
“Nggak mungkin kan ngobrol di kantor, di jam kerja. Lebih bebas sekarang. Kalau lagi pengin ngobrol, daripada tenguk-tenguk (bengong) sendirian di rumah, lebih baik saya keluar, jalan-jalan, ngobrol, ngopi, dan kalau ada pekerjaan ya saya kerjakan,” seloroh beliau suatu kali.
Ya, pilihan pak Bambang untuk tetap aktif di usia senjanya didasari motivasi untuk tetap sehat, fisik maupun mental.
Alasan Beragam di Balik Pilihan Warga Senior
Tentu ada beragam alasan yang mendorong warga senior tetap aktif bekerja di usia senja, namun setidaknya, itulah alasan yang secara langsung dikemukakan oleh pak Bambang, yang memberikan gambaran nyata tentang arti produktivitas bagi seorang lansia.
Kisah ini menunjukkan bahwa bagi banyak warga senior, bekerja di usia lanjut bukan hanya soal finansial, melainkan juga tentang menjaga kesehatan mental dan fisik, menyalurkan minat, serta mempertahankan koneksi sosial yang berharga.

