Penulis: Hendro Wibisono
Pernahkah Anda merasa lebih bahagia setelah menolong orang lain? Atau mungkin, saat memberi sesuatu, justru merasa yang paling diuntungkan? Itulah filosofi sederhana namun mendalam dari Give to Get. Sebuah konsep yang menunjukkan bahwa dalam memberi, sebenarnya kita sedang menerima.
Bermula dari tahun 1975, beberapa mahasiswa dari perguruan tinggi seperti UNPAD, ITB, ATENAS, UNPAR, mempunyai ide untuk mengadakan kegiatan yang bermanfaat bagi sesama. Mulailah kami dirikan BUCI (Bandung Unesco Club Indonesia) yang kegiatannya menjadi volunteer seperti mengajak anak-anak Panti Asuhan piknik, membacakan buku-buku kepada teman-teman tuna netra dan kegiatan sosial lainnya.
Seiring berjalannya waktu, sejalan dengan kesibukan masing-masing anggota kegiatan ini terus dikembangkan walau secara pribadi. Karena kami selalu memegang motto Give to Get.
Apa Itu Give to Get?
Give to Get bisa diartikan sebagai “memberi untuk menerima.” Tapi bukan menerima dalam bentuk materi atau imbalan. Yang diterima bisa berupa rasa bahagia, kedamaian batin, pengalaman, atau bahkan pertumbuhan diri. Filosofinya sederhananya, ketika kita memberikan sesuatu entah tenaga, ilmu, waktu, atau perhatian bisa diartikan kita sedang membuka pintu untuk hal-hal baik yang datang kepada kita. Kebaikan itu memang seperti bumerang, cepat atau lambat, akan kembali ke kita.
Aktivitas Give to Get biasanya melibatkan unsur, antara lain:
- Memberi tanpa pamrih
- Kepekaan sosial terhadap kebutuhan sekitar
- Kreativitas dalam menemukan cara memberi
- Keterlibatan langsung dengan sesama
- Transformasi personal, baik bagi si pemberi maupun penerima
Apa Keuntungannya?
Nah, ini bagian serunya. Dengan rutin melakukan kebiasaan Give to Get, seseorang bisa:
- Merasa lebih bahagia dan puas dengan hidup
- Memperluas jaringan sosial dan relasi yang positif
- Meningkatkan empati dan rasa syukur
- Menumbuhkan rasa percaya diri karena merasa berguna
- Bahkan, memperbaiki kesehatan mental dan fisik!
Apa Hubungannya dengan Keinginan Berbagi?
Give to Get tidak lahir dari kewajiban, tapi dari desire to give. Keinginan untuk berbagi bukan karena ingin dipuji atau dinilai baik, tapi karena kita tahu bahwa dalam memberi, kita menjadi manusia yang lebih utuh. Ketika kita memberi, kita juga sedang menyentuh sisi terdalam kemanusiaan kita.
Contoh kegiatan Give to Get. Yang menggambarkan cerita nyata, namun tetap memperlihatkan semangat. Misalnya:






50 Tahun Berlalu, Manfaatnya Masih Terasa
Menariknya, mereka yang sudah berbagi sejak puluhan tahun lalu, masih merasakan getaran manfaatnya hingga hari ini. Kebaikan yang mereka tanam, tak pernah benar-benar hilang. Ia tumbuh menjadi kenangan indah, hubungan yang kuat, dan rasa syukur yang tak putus-putus.
Karena dalam Give to Get, Anda tak hanya memberi. Anda menanam. Dan setiap benih kebaikan akan tumbuh, untuk dipetik… di waktu yang tepat.
Kalau Anda ingin mulai hidup yang lebih bermakna, mungkin inilah saatnya. Mulailah memberi. Bukan karena harus, tapi karena bisa. Dan percayalah, Anda akan mendapat lebih dari yang dibayangkan.
Selamat memperingati 50 tahun persahabatan anggota Bandung Unesco Club Indonesia (BUCI) 1975-2025
