Definisi Lansia atau Warga Senior

Apa itu manula, lansia, atau warga senior? Menentukan apa itu “lanjut usia” atau “warga senior” bukanlah hal sesederhana menarik garis di usia tertentu. Istilah ini punya banyak definisi, tergantung sudut pandang mana dan untuk tujuan apa. Jujur, tidak ada satu pun definisi yang diterima semua orang, karena proses menjadi tua itu rumit, melibatkan banyak aspek mulai dari fisik, pikiran, sampai kehidupan sosial dan ekonomi.

Walau begitu, beberapa lembaga dan negara memang punya patokan usia yang paling sering kita dengar.

Patokan Utama: Usia 60 Tahun ke Atas

Secara umum, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganggap seseorang sebagai lansiaatau warga senior begitu mereka mencapai usia 60 tahun ke atas.

Meski begitu, WHO tak berhenti di situ saja; mereka membagi lagi kelompok usia lanjut ini agar lebih detail:

  • Usia Pertengahan: antara 45 sampai 59 tahun.
  • Lanjut Usia (Elderly): 60 sampai 74 tahun.
  • Lanjut Usia Tua (Old): 75 sampai 90 tahun.
  • Usia Sangat Tua (Very Old): di atas 90 tahun.

Dengan pembagian tersebut, ada pemahaman bahwa lansia atau warga senior itu bukan satu kelompok yang sama semua. Mereka punya karakteristik dan kebutuhan yang berbeda-beda di setiap tahapnya.

Bagaimana dengan Indonesia?

Di Indonesia sendiri, definisi lansia atau warga senior seringkali mengacu pada batasan usia 60 tahun ke atas sesuai WHO. Ini juga sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia, yang secara jelas menyebutkan bahwa lanjut usia adalah mereka yang berumur 60 tahun atau lebih.

Beberapa lembaga di Indonesia juga punya klasifikasi yang lebih rinci:

  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI): Umumnya mendefinisikan lansia atau warga senior sebagai mereka yang sudah 60 tahun ke atas. Beberapa sumber Kemenkes bahkan membagi lagi menjadi usia lanjut (60-69 tahun) dan usia lanjut dengan risiko tinggi (di atas 70 tahun atau lebih dengan masalah kesehatan).
  • Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN): Menurut Peraturan Nomor 13 Tahun 2019, BKKBN juga mendefinisikan lansia atau warga senior sebagai mereka yang berusia 60 tahun ke atas. Sebelumnya, mereka sempat membagi kategori pra-lansia (50-60 tahun) sebelum disebut lansia.
  • Badan Pusat Statistik (BPS): BPS punya tiga kategori untuk warga senior yaitu lansia muda (60-69 tahun), lansia madya (70-79 tahun), dan lansia tua (80 tahun ke atas).
Baca juga:  Inspirasi Lansia Produktif: Kunci Kebugaran Mental dan Fisik di Masa Pensiun

Bukan Sekadar Angka: Faktor Lain yang Berperan

Meski batas usia sering jadi acuan utama, definisi lansia atau warga senior bukan sekadar ditentukan oleh angka di kartu identitas saja. Ada beberapa faktor lain yang juga ikut membentuk bagaimana seseorang dianggap sudah “tua” atau lansia:

  • Kondisi Fisik dan Kesehatan: Seseorang di usia 55 tahun bisa saja kondisi fisiknya lebih lemah dibanding yang berusia 70 tahun namun masih sangat aktif. Penurunan fungsi tubuh, masalah gerak, dan penyakit kronis sering jadi penanda penuaan fungsional.
  • Kondisi Mental dan Kognitif: Perubahan pada daya ingat, kemampuan belajar, dan kecepatan berpikir juga memengaruhi bagaimana seseorang dilihat sebagai manula, lansia, atau warga senior.
  • Peran Sosial dan Ekonomi: Status pensiun, berkurangnya penghasilan, perubahan peran dalam keluarga dan masyarakat, serta tingkat kemandirian juga bisa jadi penanda transisi menuju status lansia.
  • Budaya dan Tradisi: Di beberapa budaya, status “tua” atau warga senior lebih dikaitkan dengan kebijaksanaan dan pengalaman hidup yang kaya, bukan hanya angka usia kronologis. Kebiasaan dan norma sosial juga bisa memengaruhi kapan seseorang dianggap memasuki fase usia lanjut.

Jadi, definisi lansia atau warga senior itu sebenarnya sangat kompleks.

Meskipun angka 60 tahun sering jadi patokan di banyak tempat, kita perlu ingat bahwa penuaan itu proses yang sangat pribadi dan unik bagi setiap orang. Prosesnya dipengaruhi banyak hal yang saling terkait.

Dengan memahami definisi dari berbagai sumber ini, kita bisa lebih baik dalam memberikan dukungan dan merancang kebijakan yang pas untuk warga senior di tengah masyarakat kita.

Leave a Comment